Praktikum Keahlian dan Keterampilan Hukum Jurusan Hukum 2022

BUKA PKKH, WD I FDD HARAPKAN MAHASISWA HUKUM MATANGKAN KEMAMPUAN JELANG SARJANA

DENPASAR, UHN SUGRIWA-Mahasiswa Jurusan Hukum Fakultas Dharma Duta (FDD) UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat selama ini. Terlebih, pada saat ini arus globalisasi sedemikian derasnya, sehingga berdampak kepada dinamika kehidupan masyarakat. Peran sarjana hukum ke depan sangat dibutuhkan sebagai pemikir maupun praktisi hukum guna kemajuan masyarakat. Demikian salah satu poin yang ditekankan Wakil Dekan (WD) I FDD, Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag saat membuka Praktikum Keahlian dan Keterampilan Hukum (PKKH) Mahasiswa Jurusan Hukum Tahun 2022 di aula ‘Kampus Ratna’ Denpasar, Selasa (22/2).

Dr. Sutarya memberi gambaran, beberapa aturan dalam hukum adat di beberapa wilayah Indonesia saat ini telah menyesuaikan dengan dinamika masyarakat. Ia mencontohkan, karena menganut sistem patrilineal, dulu ahli waris di Bali hanya laki-laki. Namun sesuai Keputusan Pesamuhan Agung III MUDP Bali Nomor 1/Kep/Psm-3/MDP/Bali/2010 tertanggal 15 Oktober 2010, perempuan Bali juga berhak sebagai ahli waris. “Khususnya kekayaan orang tua atau harta gunakaya, perempuan Bali kini telah bisa menjadi ahli waris. Sementara harta berupa pusaka, biasanya tetap diwarisi laki-laki,” terangnya.

Berkenaan dengan itu, mahasiswa Jurusan Hukum yang sesaat lagi menjadi Sarjana Hukum merupakan pionir dalam pembaharuan hukum. Apalagi hingga kini pemerintah tengah melakukan pembaharuan beberapa hukum nasional. Sebab sebagian aturan yang termuat tidak lagi relevan. Sebut saja salah satunya, Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara itu, Ketua Jurusan (Kejur) Hukum, Ida Bagus Sudarma Putra, S.H., M.H menerangkan 25 orang mahasiswa semester VIII yang mengikuti PKKH dibagi empat kelompok, sesuai jumlah lokasi, yakni Pengadilan Negeri Denpasar, Polda Bali, Notaris I Wayan Sugitha, S.H., dan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Bali.

PKKH, kata IB Sudarma merupakan momentum penting guna mematangkan kemampuan mahasiswa sebagai bekal yang bersangkutan mengarungi dunia kerja. Terkait hal itu, ia berpesan agar para peserta mengikuti PKKH secara disiplin dan tekun, sehingga betul-betul mendapatkan pengetahuan dan pengalaman di masing-masing lokasi.

Kepada para narasumber pembekalan, yakni Notaris I Wayan Sugitha, S.H., dan Direktur LBH APIK Bali Ni Luh Putu Nilawati, S.H., M.H., pihaknya sangat berterima kasih atas kesediaan berbagi ilmu kepada mahasiswa. Sekaligus pada kesempatan itu, pihaknya menitip para mahasiswa yang melaksanakan PKKH.

Adapun sesi Pembekalan dipandu oleh salah satu dosen Jurusan Hukum Fakultas Dharma Duta, Ni Ketut Sri Ratmini, S.H., M.H. Kegiatan diskusi berlangsung interaktif dan lancar. Turut hadir Wakil Dekan II Fakultas Dharma Duta, Dra. Ni Gusti Ayu Kartika, M.Ag; Sekretaris Jurusan Hukum, Dewa Putu Tagel, S.H., M.H serta para dosen pembimbing, di antaranya Gede Putu Mantra, S.H., M.M; Dr. Dewi Bunga, S.H., M.H; dan Desyanti Suka Asih K.Tus, S.H., M.H. (sas/1282/nya)