BERLANDASKAN MODERASI BERAGAMA, REKTOR UHN SUGRIWA DORONG PENGEMBANGAN MASYARAKAT HINDU

BANGLI, UHN SUGRIWA-Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar sebagai salah satu perguruan tinggi bernafaskan Hindu dan satu-satunya Universitas Hindu Negeri di Indonesia agar bisa memerankan dirinya guna mendorong umat Hindu berkembang dengan baik di seluruh Indonesia, berlandaskan moderasi beragama. Demikian salah satu penegasan Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si saat memberi sambutan sekaligus membuka Seminar Nasional bertema ‘Pengembangan Masyarakat Hindu pada Era Moderasi Beragama’ di ruang sidang kampus Bangli, Selasa (29/3).

Rektor pada kesempatan itu mengapresiasi seminar yang diselenggarakan Fakultas Dharma Duta tersebut. Lebih lanjut pihaknya mengingat, dalam Pasamuhan Agung Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tahun 2007 silam, menekankan beberapa hal, di antaranya kearifan lokal yang dimiliki umat Hindu di nusantara, Indonesia, wajib dilestarikan. Apalagi Hindu di Indonesia tidak bisa lepas norma agama, adat, dan budaya karena sudah berkolaborasi sedemikian rupa. “Ini digunakan sebagai salah satu dasar umat Hindu di Indonesia harus merangkul kearifan lokal dalam melaksanakan ajaran agama,” ungkap Prof. I Gusti Ngurah Sudiana yang juga Ketua PHDI Provinsi Bali.

Berbicara soal pembinaan dan pengembangan umat Hindu, saat ini diakui masih perlu dilakukan berbagai terobosan. “Kita masih membutuhkan sarana pembinaan, rumusan-rumusan pembinaan, bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini Kanwil Kemenag, Ditjen Bimas Hindu, dan perguruan tinggi yang bernafaskan Hindu,” terangnya.

Nah, terkait itu, pihaknya berterima kasih kepada para narasumber yang berkenan berbagi ilmu dan pengalaman. Kehadiran para narasumber yang sudah tidak diragukan lagi dalam pembinaan umat Hindu di lapangan, sebutnya, diharapkan berkenan berbagi ilmu dan pengalaman membina umat Hindu agar agama Hindu hidup di manapun berada dan tidak menimbulkan konflik satu dengan yang lainnya. “Webinar selain merumuskan strategi, agar bisa memberikan tips-tips yang praktis untuk pengembangan umat Hindu di Indonesia,” harapnya.

Pengembangan, nantinya diharapkan totalitas, supaya ajaran agama Hindu, baik dalam Weda maupun sastra suci yang lainnya, baik dari sisi weda maupun kearifan lokal dapat dipahami oleh umat Hindu. “Sehingga umat Hindu betul-betul bisa menjalankan sraddha bhaktinya dengan baik,” ujarnya.

Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menegaskan ciri khas Hindu adalah harmoni dan cinta damai. Hal ini sebagai salah satu hal penting dalam moderasi beragama. “Dari salamnya saja sudah damai, Om Shantih, Shantih, Shantih, Om. Kalau sudah mengucapkan salam itu, dimanapun damai. Tidak ada penghujatan, penghinaan, apalagi pem-bully-an,” tegasnya.

Rektor juga mendorong mahasiswa patut berbangga menjadi mahasiswa UHN IGB Sugriwa Denpasar, karena sebagai calon-calon penerus pembinaan dan pengembangan umat Hindu di manapun berada nantinya. “Agar hasil seminar tidak hanya menjadi catatan, tapi action di masyarakat,” imbuhnya.

Sejalan dengan Rektor, Dekan Fakultas Dharma Duta, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag mendorong arah pembinaan umat Hindu memperhatikan Moderasi Beragama yang saat ini terus digaungkan Kementerian Agama. Tantangan pengembangan umat, menurutnya harus tetap memperhatikan nilai toleransi. “Membentuk nilai militansi, total dengan keyakinan, tapi jangan lupa menghormati keyakinan orang lain. Kita hidup di Indonesia dengan keragaman di dalamnya. Sehingga penting untuk bersama-sama membangun Indonesia,” ungkapnya.

Dekan juga mengutip sloka “Ekam eva manusa jatih smskara vija ucyate” yang pada intinya menegaskan bahwa manusia berasal dari sumber yang sama, sehingga perlu hidup rukun dan berdampingan. “Jadi, kerukunan ini penting untuk mewujudkan kehidupan yang damai, aman, nyaman, dan harmonis,” tandas Dr. Nyoman Ananda.

Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam seminar hybrid tersebut, yakni Direktur Urusan Agama Hindu, Trimo, M.Pd dengan tema materi ‘Strategi Pengembangan Masyarakat Hindu Berbasis Moderasi Beragama’. Kemudian Hakim Asisten di Mahkamah Agung RI, Dr. Wawan Edi Prastiyo, S.H., M.H. dengan materi ‘Pendampingan Hukum Bagi Masyarakat Hindu di Daerah Minoritas’ dan Dosen Universitas Surabaya yang juga Ketua DPP Dosen Hindu Indonesia (DHI), Drs. Agus Wijaya, S.Pd., S.Ag., M.M., M.Si. dengan materi ‘Pemberdayaan Ekonomi Umat Hindu’. Kegiatan dipandu moderator, Desyanti Suka Asih K.Tus, SH., MH yang merupakan dosen sekaligus Sekretaris SPI UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Turut hadir secara daring maupun luring, para wakil rektor, kepala biro, dan pejabat lainnya, serta dosen dan mahasiswa dengan jumlah total sekitar 300 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. (sas/gar/1282/nya)