AWAS TERJEBAK INVESTASI BODONG! KETIKA HAKIM KONSTITUSI BERI KULIAH UMUM DI UHN IGB SUGRIWA

DENPASAR, UHN SUGRIWA – Investasi merupakan hal yang baik untuk masa depan. Namun demikian, saat ini perlu diwaspadai ‘tangan-tangan tak bertanggung jawab’ yang berupaya memperkaya diri secara ilegal berkedok investasi. Jika tak jeli dan berhati-hati, orang yang terpengaruh tak ayal akan menjadi korban kejahatan investasi ilegal alias bodong. Hal ini ditekankan dalam Kuliah Umum ‘Merespon Penegakan Hukum terhadap Investasi Ilegal dalam Konteks Konstitusi Ekonomi’, Jumat (20/5) di Aula Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama Mahkamah Konstitusi RI dengan UHN IGB Sugriwa Denpasar tersebut, dibuka Wakil Rektor (WR) III, Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag. Hadir langsung Hakim Konstitusi, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S sebagai narasumber; didampingi Dekan Fakultas Dharma Duta, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag; dan Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Dra. Relin, D.E., M.Ag.

Turut hadir, Wakil Dekan II, Dra. Gusti Ayu Kartika, M.Ag; Ketua Jurusan Hukum, Ida Bagus Sudarma Putra, S.H., M.H; Ketua Jurusan Ilkom, Dr. I Gusti Ngurah Pertu Agung, S.Sn., M.Ag; Sekretaris Jurusan Hukum, Dewa Putu Tagel, S.H., M.H; para dosen serta mahasiswa.

Di samping Prof. Arief Hidayat, dihadirkan pula narasumber yang merupakan dosen di Jurusan Hukum Fakultas Dharma Duta, Dr. Dewi Bunga, S.H., M.H. Kegiatan dipandu moderator Desyanti Suka Asih K.Tus., S.H., M.H.

WR III UHN IGB Sugriwa dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Hakim Konstitusi beserta staf. Pihaknya berterima kasih atas perkenan Prof. Arief Hidayat memberikan kuliah umum. Dr. Ida Bagus Candrawan pada kesempatan itu juga mengapresiasi Fakultas Dharma Duta, terutama Jurusan Hukum yang berhasil menghadirkan Mahkamah Konstitusi.

Terkait tema kuliah umum, WR III yang sekaligus mewakili Rektor sebagai Keynote Speaker menekankan pentingnya antisipasi investasi ilegal alias bodong. Terlebih adanya oknum-oknum yang mengaku sebagai sales investasi tertentu yang menawarkan iming-iming keuntungan besar. “Kita semua harus awas, sehingga tidak terjebak oleh iming-iming yang berkedok invenstasi,” ungkapnya.

Hakim Konstitusi, Prof. Arief Hidayat secara bertahap menjelaskan materi terkait tema. Diawali dengan membakar semangat kebangsaan, ia mengajak hadirin untuk kembali mengingat jati diri sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan nilai-nilai keagamaan, religius, dan budaya.

Mantan Ketua MK dua periode ini kemudian menyinggung Perkembangan media sosial di tengah disrupsi teknologi. Di samping sisi positif, teknologi juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menyebar pengaruh buruk seperti ideologi radikalisme, ekstremisme, dan sebagainya. Menurutnya intervensi dan penetrasi dari ideologi lain ini sangat kuat. Bahkan yang salah satunya investasi ilegal. Hal ini sejalan dengan bergesernya pola kehidupan masyarakat yang cenderung individualis, pragmatis, materialistis, dan konsumeris, sehingga meninggalkan nilai-nilai religius.

Misalnya keinginan untuk cepat kaya mendorong seseorang menggunakan atau terpengaruh cara-cara yang ilegal. Hal ini tentu bertentangan dengan nilai-nilai yang hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Akarnya, kembalikan ke masyarakat religius,” ujar Guru Besar Hukum Tata Negara Undip tersebut.

Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Dewi Bunga menyampaikan secara realistis dan logis, hidup perlu materi. Salah satunya dalam bentuk uang. Namun demikian, hendaknya sebagai masyarakat yang cerdas, jangan sampai mudah percaya dengan tawaran berkedok investasi yang sejatinya ilegal.

Ia menampilkan beberapa kasus yang terjadi di Indonesia terkait investasi bodong yang naik ke meja hijau. Belum lagi kasus-kasus yang terkadang tak menemui jalan penyelesaian. Misalnya kasus arisan online. “Perlu diketahui bahwa pengembalian kerugian kasus investasi ilegal tak ada yang 100 persen,” jelasnya mengutip pernyataan Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing Maret lalu.

Lulusan UGM ini pun, menekankan ‘investasi’ yang sangat penting bagi masyarakat adalah pendidikan. Sebab dengan pendidikan, kualitas seseorang akan terus berkembang dan meningkat. Sehingga nantinya bisa ikut membangun masyarakat yang cerdas dan berkesadaran hukum.

Pada puncak acara, dilaksanakan sesi diskusi. Sedangkan pada penghujung acara, dilaksanakan sesi bertukar cinderamata antara Dekan Fakultas Dharma Duta dan Hakim Konstitusi. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. (sas/nya)