SEDERHANA TAPI MERIAH, DEKAN FDD UHN SUGRIWA LEPAS 112 CALON WISUDAWAN

BANGLI, UHN SUGRIWA – Dekan Fakultas Dharma Duta (FDD) Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag melepas 112 mahasiswa sebagai calon wisudawan, Rabu (28/9/2022) di ruang aula FDD. Acara dirangkai dengan pelepasan dosen Drs. Ida Bagus Putu Supriadi, M.Si yang purnatugas alias pensiun.

Pada acara tersebut diumumkan tiga mahasiswa yang lulus paling cepat, yakni Ni Kadek Nopiyani, S.Par; Ni Kadek Mia Sapitri, S.Par; dan Ni Putu Nopayanti, S.Par. Ketiganya merupakan mahasiswa Jurusan Pariwisata Budaya. Selanjutnya tiga mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni I Putu Hendra Ariawan, S.H dari Jurusan Hukum dengan IPK 3,96; Ni Putu Mustika Sanjiwani, S.I.Kom dari Jurusan Ilmu Komunikasi dengan IPK 3,94; dan Ni Kadek Nopiyani, S.Par dengan IPK 3,93. Para lulusan tersebut pun diberikan penghargaan.

Dekan FDD, Dr. I Nyoman Ananda atas nama keluarga besar Fakultas Dharma Duta UHN Sugriwa Denpasar mengucapkan selamat atas keberhasilan para mahasiswa meraih gelar sarjana. “Tentu hal ini tidak mudah saudara raih, penuh perjuangan selama empat tahun, bahkan lebih,” ungkapnya di awal sambutan.

Tetapi, lanjut Dekan perjuangan calon wisudawan belum berakhir, karena dunia kerja telah menanti. Dunia kerja, menurutnya menuntut kemandirian, kreativitas, dan tekad yang kuat untuk maju di tengah persaingan yang semakin ketat. “Terlebih lagi dalam situasi pasca pandemi seperti sekarang ini, saudara-saudara dituntut lebih kreatif mencari peluang dan menemukan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Dekan mendorong para sarjana anyar ini agar berusaha menggali potensi dan talenta yang dimiliki. “Lebih baik mengembangkan petensi yang saudara miliki daripada ikut-ikutan memilih pekerjaan yang tidak berkaitan dengan potensi saudara. Ada pepatah yang mengatakan, a good job is a paid hobby,” ucapnya.

Dijelaskan Dekan, dunia memasuki era industri 5.0, yaitu memanusiakan manusia dengan teknologi setelah di era 4.0 manusia dimanjakan oleh kemudahan dan kenyamanan produk teknologi digital. Namun penemuan ini di sisi lain telah menjauhkan manusia dari kemanusiaannya, sehingga teknologi berpotensi mengancam eksistensi manusia itu sendiri. Ia menyampaikan ilustrasi cerita Purana anugerah Siwa. Ketika orang yang diberikan kekuatan tidak bijak, maka hanya akan menghancurkan dirinya sendiri dan membahayakan banyak orang. “Jadi di samping saudara memiliki pengetahuan, saudara juga harus terampil dalam menggunakan produk teknologi canggih dan yang paling penting tetap mempertahankan kemanusiaan saudara dengan pemahaman agama. Inilah keuntungan saudara kuliah di perguruan tinggi agama,” jelas Dr. Ananda.

Dalam melakukan pekerjaan, lanjutnya Bhagavadgita menyatakan ‘karmanya eva dhikaraste ma phalesu kadacana’, yang menekankan agar seseorang fokus pada proses, bukan sibuk menghayalkan hasil, karena umumnya hasil mengikuti proses. Ia mencontohkan padi yang berbuah lebat adalah hasil dari pengolahan tanah tepat, air yang cukup, cuaca yang mendukung, dan pemberian pupuk yang sesuai.

Dekan juga mengingatkan, berbagai pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan di kampus perlu dikembangkan di lapangan. Sebab realita di masyarakat yang akan membentuk para lulusan menjadi pribadi dewasa dan mandiri. “Jangan selalu berkecil hati dan pesimistis menghadapi tantangan, every cloud has a silver lining, dalam keterpurukan selalu ada celah keberuntungan. Kata orang bijak semua akan berakhir, maka hargailah setiap momen kehidupan ini, selalu bersyukur dan berpikiran positif, sebab apa yang anda pikirkan itulah jadinya, tad mananam tad bhavanam,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing, mengarahkan dan mendidik mahasiswa, dengan seluruh ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai moral, sehingga bisa menjadi bekal bagi mahasiswa dalam berkiprah.

Atas nama lembaga, Dekan meminta maaf jika selama mahasiswa kuliah di FDD ada hal-hal yang tidak berkenan. Sejatinya hal tersebut tidak lepas dari proses pendidikan dan harapan agar para mahasiswa menjadi sarjana yang sujana. “Meskipun saudara sudah tamat saudara adalah tetap menjadi keluarga besar FDD UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Sekali lagi saya berpesan, tetaplah semangat dan optimistis menyongsong masa depan,” tandas Dr. Ananda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para wakil dekan, ketua dansekretaris jurusan, dosen, pegawai, serta Ketua Ikatan Alumni FDD (Ikaduta). Acara juga dimeriahkan dengan hiburan lawak dari mahasiswa Fakultas Brahma Widya serta joged bumbung. (sas/nya)