Denpasar, Dharma Duta - Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) melaksanakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Tim Penilai Asesor Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WITA dan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas panitia serta peserta BIMTEK.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya universitas memperkuat pemahaman dan kesiapan para tim penilai dalam melaksanakan proses Rekognisi Pembelajaran Lampau. RPL merupakan mekanisme penting dalam memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi yang akan ditempuh.
Ketua Panitia BIMTEK, Dr. I Gusti Ngurah Triyana, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan tersebut sebagai ruang untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan tim penilai dalam melaksanakan asesmen RPL. Menurutnya, proses penilaian membutuhkan pemahaman yang sama terhadap mekanisme, instrumen, serta prinsip-prinsip penilaian agar proses rekognisi dapat dilaksanakan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Heny Perbowosari, memberikan penguatan mengenai posisi RPL dalam peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Pengelolaan RPL tidak hanya berkaitan dengan pengakuan terhadap pengalaman dan capaian pembelajaran calon mahasiswa, tetapi juga menuntut sistem penilaian yang memiliki standar, prosedur, serta dokumentasi yang jelas. Karena itu, kompetensi asesor menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan pelaksanaan RPL tetap berada dalam koridor mutu akademik.
Bagi Fakultas Dharma Duta, kegiatan BIMTEK ini memiliki arti penting seiring dengan kebutuhan untuk terus memperkuat tata kelola akademik dan layanan pendidikan. Dekan Fakultas Dharma Duta, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag., mengarahkan agar pemahaman mengenai RPL dapat diterjemahkan secara baik dalam pelaksanaan akademik di tingkat fakultas dan program studi. Menurutnya, setiap proses rekognisi harus tetap memperhatikan kesesuaian capaian pembelajaran, kompetensi yang dimiliki, serta standar akademik yang berlaku di universitas.
Arahan tersebut juga menempatkan RPL sebagai bagian dari pelayanan akademik yang perlu dilaksanakan secara cermat dan berintegritas. Bagi program studi di lingkungan Fakultas Dharma Duta, pemahaman yang baik mengenai proses asesmen diharapkan dapat membantu memberikan layanan yang lebih terarah kepada calon mahasiswa yang memiliki pengalaman belajar maupun pengalaman profesional yang relevan.
Kegiatan BIMTEK diikuti oleh unsur-unsur yang berkaitan dengan proses penilaian RPL. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan dan pemahaman mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan tugas asesor, mekanisme penilaian, serta hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam melakukan rekognisi terhadap capaian pembelajaran.
Dengan terselenggaranya BIMTEK ini, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan RPL. Penguatan kapasitas asesor diharapkan dapat menghasilkan proses penilaian yang lebih konsisten, objektif, dan sesuai dengan prinsip penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Bagi Fakultas Dharma Duta, penguatan pemahaman RPL sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun layanan akademik yang semakin adaptif terhadap keragaman latar belakang dan pengalaman belajar mahasiswa. Dengan tata kelola yang baik, rekognisi pembelajaran lampau dapat menjadi salah satu bentuk layanan pendidikan yang tetap menjunjung tinggi mutu sekaligus memberikan ruang bagi pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki peserta didik.
Melalui kegiatan ini, UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya mutu dalam setiap proses akademik. RPL diharapkan tidak hanya menjadi sebuah mekanisme administratif, tetapi menjadi proses akademik yang dilaksanakan secara profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pengakuan yang tepat terhadap capaian pembelajaran yang benar-benar dimiliki peserta.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Galeri Foto