Denpasar, Dharma Duta - Om Swastyastu,
Denpasar – Hari Raya Pagerwesi menjadi salah satu momentum penting bagi umat Hindu untuk memperkuat keyakinan, meningkatkan kualitas spiritual, serta membentengi diri dengan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Dharma. Kata Pagerwesi berasal dari kata pager yang berarti pagar dan wesi yang berarti besi. Secara filosofis, Pagerwesi dimaknai sebagai pagar besi yang melambangkan perlindungan dan keteguhan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Dalam tradisi Hindu, Hari Raya Pagerwesi diperingati setiap Budha Kliwon Wuku Sinta sebagai bentuk pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Sang Hyang Pramesti Guru. Hari suci ini berkaitan erat dengan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan dan guru sebagai penuntun kehidupan. Pengetahuan tidak hanya diperlukan untuk memahami dunia, tetapi juga menjadi pedoman dalam membedakan kebenaran dan ketidakbenaran serta menentukan tindakan yang sesuai dengan ajaran Dharma.
Makna Pagerwesi mengandung pesan bahwa manusia perlu membangun benteng dalam dirinya agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Ibarat pagar besi yang melindungi sebuah tempat, pengetahuan, keyakinan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri menjadi pelindung manusia dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu, Pagerwesi bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga momentum untuk memperkuat karakter, menjaga kesucian pikiran, dan meneguhkan komitmen dalam menjalankan kewajiban.
Dekan Fakultas Dharma Duta, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag., mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaknai Hari Raya Pagerwesi sebagai momentum memperkuat fondasi spiritual dan intelektual. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan harus senantiasa disertai dengan kebijaksanaan, moralitas, dan tanggung jawab. Pengetahuan tanpa landasan etika dapat kehilangan arah, sehingga setiap insan akademik perlu menjadikan nilai-nilai Dharma sebagai pedoman dalam berpikir, berbicara, dan bertindak.
Lebih lanjut, Dekan berharap semangat Pagerwesi dapat diwujudkan dalam kehidupan akademik melalui peningkatan integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Dosen diharapkan dapat menjalankan peran sebagai pendidik sekaligus penuntun bagi mahasiswa, sementara mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan secara bijaksana untuk menghadapi perkembangan zaman. Dengan memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan karakter yang berlandaskan Dharma, Fakultas Dharma Duta diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, berbudaya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui peringatan Hari Raya Pagerwesi, keluarga besar Fakultas Dharma Duta diharapkan semakin teguh dalam menjaga nilai-nilai kebaikan dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai penerang kehidupan. Semoga perlindungan dan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menyertai setiap langkah dalam menjalankan dharma kehidupan.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Galeri Foto